Kamis, 21 Februari 2013

Powered by Calendar Labs

MISTERI DIBALIK LAGU ISABELLA


Ini bukan karena produk malaysia, tapi ini sebuah Fakta. Lagu Isabella yg poluper di tahun 90an dan sekarang masih juga populer ternyata penuh kontroversi. Lagu ini sebenarnya tidak lebih dari prasasti kepiluan Umat Islam Andalusia (Spanyol), setiap alunan lagu ini adalah seperti membuka kembali kepedihan yang pernah dialami umat Islam di wilayah Granada (Spanyol bagian Selatan) di akhir abad 15 tersebut, mendengar lagu ini adalah seperti memaksa kita untuk mengingat-ingat terus akan penderitaan Umat Islam Andalusia pada waktu itu, lirik lagu ini seakan ingin mengabadikan ‘kemenangan besar’ kaum Katholik atas kaum Muslimin disana, judul lagu ini bahkan seperti sedang menyanjung sang aktor intelektual dibalik peristiwa bengis yang dialami umat Islam waktu itu, yaitu Ratu Isabella.

Sejarah mencatat, pemusnahan etnis dan agama pertama dan terbesar di Eropa terjadi ketika Isabella I (Ratu Castile) dan suaminya, Ferdinand V (Raja Aragon) berhasil menggulingkan pemerintahan Sultan Muhammad XII (Kesultanan Islam terakhir di Granada) pada 2 Januari 1492 M., sejak saat itu, runtuhlah kejayaan Islam di Andalusia setelah bertahan selama lebih dari 8 abad, dan dimulailah abad kegelapan bagi Umat Islam Andalusia.

Quote:
Dibawah kendali Isabella dan suaminya (Ferdinand) umat Islam Granada diberikan 3 pilihan yang sulit, pertama- masuk agama mereka (Katholik), kedua- Keluar dari Tanah Air (Andalusia), Ketiga- kalau tidak mau keduanya (masuk katholik dan keluar Andalusia) akan dibunuh dengan cara dibakar, beberapa diantara kaum Muslimin, demi kelangsungan hidupnya lebih memilih opsi pertama (masuk Katholik), akan tetapi paling banyak adalah yang mempertahankan keislamannya, meskipun harus terusir dari tanah airnya, meskipun harus mati terpanggang, akibatnya bisa ditebak, ribuan Muslim meninggal baik karena dibakar maupun karena kelaparan didalam perjalanan keluar dari tanah airnya, dan ratusan ribu yang lainnya terusir dan kemudian tinggal disekitar pantai Utara Maroko dan Tunisia (Afrika Utara) dan sebagian wilayah Turki.
Tidak itu saja, semua masjid di Granada kemudia dialih fungsikan menjadi gereja katholik, termasuk Masjid Kordoba yang megah itu, yang sejak saat itu berubah menjadi Gereja Santa Maria de la Sed, perpustakaan-perpustakaan Islam dikeluarkan isinya, kemudian ratusan ribu buku-bukunya dibakar habis, maka peradaban Islampun hilang dari bumi Andalusia (Spanyol) hingga saat ini, yang tersisa hanya cerita-cerita tentang kejayaan Islam zaman dahulu melalui peninggalan-peninggalan yang masih ada seperti istana Al-Hambra dan masjid Kordoba yang tersohor seantero dunia tersebut.

Perhatikan dengan seksama reffrent lagu Isabella tersebut :

Quote:
Reff:
Dia isabella, lambang cinta dan prahara
Terpisah karena adat yang berbeda
Cinta gugur bersama daun-daun kekeringan
Lambang Kekuatan Cinta Isabella dan Ferdinand yang mempersatukan dua kerajaan Katholik besar (Castile dan Aragon), yang akhirnya bisa menggulingkan pemerintahan Islam Granada yang sudah bertahan 8 abad lebih, namun darinya kemudian menimbulkan prahara kemanusiaan yang hebat bagi kaum Muslimin Granada.

Kaum Muslimin Granada harus berpisah dengan Tanah airnya hanya karena agama yang berbeda dengan penguasa baru Granada (Isabella dan Ferdinand).

Cinta mereka (Isabella dan Ferdinand) jatuh bersama kaum Muslimin yang mati kelaparan karena terusir dari Tanah Airnya maupun karena mati terbakar laksana daun-daun kekeringan.

Jadi masihkah kita ingin mendengar lagu tersebut, akankah kita biarkan anak-anak kita menyanyikan lagu kemenangan Isabella atas penderitaan kaum muslimin Granada tersebut, jawaban selanjutnya ada pada anda sendiri??

NIP Honorer K1 Selesai

BENGKALIS (CNM)- Ditargetkan pada bulan Februari ini, Badan Kepegawaian Negera (BKN) Kantor Regional (Kanreg) Pekanbaru, akan menuntaskan Nomor Induk Pegawai (NIP), seluruh honorer K 1 yang lulus seleksi. Jika NIP sudah tuntas, SK pengangkatan CPNS pun akan segera ditandatangai oleh Bupati Bengkalis.

Sekretaris BKD Bengkalis, H Noor Alamsyah dihubungi, Selasa (19/2) menyebutkan, BKD Bengkalis sudah mengirimkan berkas permintaan NIP sebanyak 331 tenaga honorer K1 ke BKN Kanreg Pekanbaru. Dan BKN Pekanbaru berjanji pada Februari ini NIP tersebut sudah tuntas.
“Kita sudah mengirimkan sebanyak 331 berkas honorer K1 untuk mendapatkan NIP ke BKN Kamreg Pekanbaru. Berkas permintaan NIP ini memang berkurang dari junlah honorer K1 yang lulus pemberkasan yakni sebanyak 336 orang. Lima orang lagi tak memberkkan pemberkasan ke BKD karena 2 orang diantaranya meninggal dunia, satu orang lulus test CPNS formasi umum 2010. Sementara dua orang lagi berhenti,”ujar Alamsyah.
Menurut Alamsyah, belum keluarnya NIP dari BKN Kanreg Pekanbaru, karena banyaknya berkas honorer K 1 yang diproses BKN Kanreg Pekanbaru yang membawahi tiga propinsi yakni Riau, Kepulauan Riau dan Sumbar.
“Berkas yang masuk dan menunggu NIP itu banyak, karena BKN Pekanbaru membawahi tiga propinsi. Dan yang terlebih dulu diproses tentunya yang duluan memasukkan berkas. Dan kita Bengkalis termasuk terlambat memasukkan berkas, makanya NIP tersebut belum keluar. Tapi BKN sudah janji pada Februari ini juga NIP untuk honorer K1 sudah tuntas. Kita harapkan honorer K1 bersabar,” ulasnya.
Menyinggung tentang formasi penerimaan CPNS umum 2013, menurutnya BKD belum mengirimkan usulan ke BKN dan masih menghitung jumlah konkrit kebutuhan pegawai. Karena ini ada aturan terbaru dari BKN terkait aturan usulan formasi.(auf)

Guru Korban Culik di Mandau Mengalami Depresi Berat

DURI - Aksi Penculikan yang menimpa salah seorang Guru Taman Kanak kanak (TK) Aisyiyah Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Tis Mainir (35) hingga kini masih menjalani perawatan intensive disalah satu Rumah Sakit Di Kota Duri dikarenakan menderita depresi berat akan musibah yang menimpanya.

Hal tersebut dijelaskan kakak korban, Wati saat ditemui sejumlah wartawan dikediamannya, Kamis (21/2/13)." Sampai saat ini adik kami masih shock akan musibah yang menimpanya. Setelah visum tempo hari sudah dibawa pulang, akan tetapi malam tadi korban masih mengeluh sakit disekujur tubuhnya, oleh karena itu kami bawa kembali kerumah sakit untuk dirawat,"jelas Wati.

Ditambahkan Wati, banyaknya kerabat korban yang mengunjungi memberikan semangat sedikit membuat korban tidak dapat beristirahat dengan tenang." Jika dipegang seluruh bagian tubuhnya, korban kerap mengeluh sakit. Apalagi dibahagian luka lebam dan memarnya,"cetus Wati lagi.

Ditempat terpisah, Kapolsek Mandau Kompol Dani Ardiantara melalui Kanit Reskrim AKP Maetertika melalui sambungan telepon genggamnya menjelaskan bahwasannya guna mengungkap motif penculikan akan guru TK tersebut pihaknya belum dapat menyimpulkan dikarenakan kondisi korban yang masih lemah dan mengalami depresi berat.

"Belum ada perkembangan kasusnya, korban masih depresi,"jelas Kanit singkat.

Rabu, 20 Februari 2013

Guru TK Korban Penculikan di Mandau Ditemukan

















DURI - Rabu (20/2/13 pagi sekitar pukul 06.30 WIB, korban penculikan yang berprofesi sebagai guru Taman Kanak kanak (TK) Aisyiyah 1 Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Tis Mainir (35) akhirnya ditemukan. Korban dalam kondisi luka-luka di wajah dan nyaris telanjang, berjalan tertatih-tatih minta pertolongan petugas keamanan Gate I PT Chevron Pacific Indonesia di Jalan Lintas Duri - Pekanbaru.Dituturkan Suami korban, Adrizal (39) sekitar pukul 06.30 WIB, dirinya mendapatkan telepon dari Kepala TK tempat korban mengajar. Disampaikan kepadanya, bahwa korban telah ditemukan. "Saya langsung ke lokasi dan mendapati dia dalam kondisi sangat memprihatinkan," tuturnya kepada wartawan.Kapolsek Mandau Kompol Dani Ardiantara melalui Kanit Reskrim AKP Maetertika saat dikonfirmasi membenarkan penemuan korban penculikan tersebut namun belum dapat memastikan modus penculikan tersebut dikarenakan kondisi korban yang masih lemah.
" Untuk saat ini kita belum dapat memastikan indikasi kasusnya mengingat kondisi korban yang masih lemah. Kami juga belum bisa memastikan, apakah ada pencabulan pada korban,"jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, korban penculikan tersebut masih menjalani visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duri dengan dikawal beberapa personil Kepolisian dan keluarganya.**
Seperti diketahui, Korban diculik orang tak dikenal (OTK) dikamar tidur rumahnya di Jalan Tertatai RT 03, RW 01, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Berngkalis pada Selasa (19/2/13) Dinihari dengan cara merusak jeruji besi jendela dan diketahui keluarga serta warga sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat ini, dari pantauan riauterkinicom di rumah korban, ramai warga yang berdatangan untuk mencari informasi kebenaran, bahwa korban sudah ditemukan.

Selasa, 19 Februari 2013

Seorang Guru TK Pinggir Diculik

Portal Situs Berita Riau

Warga Kelurahan Gajah Sakti, Pinggir, Bengkalis, khsusnya di RT 01/ RW 03 heboh. Menyusul hilangnya Tismaini (36), Guru TK Asisyiyah Pinggir kemarin, Senin (19/2/13). Guru tersebut diduga diculik saat tidur dalam rumah bersama keluarganya.

Hilangnya Tismaini baru diketahui saat Adrizal Fitri (40), suami korban bangun tidur dan ke ruang keluarga, tempat istrinya bersama dua anaknya tidur, namun di tempat tersebut hanya ada kedua anaknya tanpa ibunya. Malam tersebut, Adrizal mengaku tidur di kamar, terpisah dengan istri dan anaknya.

Saat ia berkeliling dalam rumah mencari istrinya, dilihatnya jendela yang terbuka dengan terali dipotong. "Istri saya tak saya temukan, justru saya melihat jendela terbuka dengan terali sudah dipotong," tuturnya kepada wartawan, Selasa (19/2/13).

Selain mendapati satu jendela terbuka dengan terali terpotong dan tiga kaca nako dicopot, Adrizal juga mendapati pintu depan dan belakang rumahnya sudah terbuka lebar. Ia lantas keluar rumah sambil memanggil-manggil istrinya, namun tetap tak ada sahutan.

Merasa ada tindak kejahatan yang menimpa istrinya, Adrizal lalu melaporkan peristiwa tersebut kepada Ketua RT setempat dan selanjutnya melapor ke Polsek Pinggir.

Kanit Reskrim AKP Maitertika SH, MH membenarkan laporan penculikan dan langsung melakukan langkah penyelidikan. Baik melakukan pemeriksaan saksi-saksi maupun olah tempat kejadian perkara atau TKP.

''Laporannya sudah kita terima dan langsung kita tindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi serta olah tempat kejadian perkara," paparnya saat dihubungi riautekrinicom.

Dikatakan Maitertika, sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan, apakah peristiwa tersebut murni penculikan atau korban sengaja melarikan diri dari rumah karena ada masalah keluarga.

"Ini memang masih belum disimpulkan kebenaran kejadian ini. Kami terus melakukan pendalaman," demikian penjelasannya.