Rabu, 17 Januari 2024

Sosialisasi e-kinerja melalui PMM (Platform Merdeka Mengajar)

Sosialisasi e-kinerja melalui PMM (Platform Merdeka Mengajar)

sedang melihat peserta kerjakan e kin PMM
para peserta sosialisasi PMM 


tutor sedang menerangkan ekin melalui PMM

Di mana dalam hal ini SMP Negeri 3 Mandau melaksanakan sosialisasi e-kinerja melalui PMM yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 17 Januari 2024 di ruang majelis guru SMP Negeri 3 Mandau,  waktu 13.00 wib s/d selesai dan diundang tutor dari luar sekolah yaitu Bapak ....... dari ........ Di mana pelaksanaan ini yang ditaja oleh kepala Sekolah dan Wakil-wakilnya dalam rapat khusus. maka dalam hal ini perlu dilakukan kegiatannya untuk melancarkan para guru dan kepala sekolah dalam pembuatan e-kinerja melalui PMM di merdeka belajar sehingga para guru bisa lebih fokus dalam mengerjakannya dan mampu melaksanakan serta berintegritas dalam melakukan PMM tersebut. 

PMM ini yaitu bertujuan untuk e-kinerja seorang guru dan kepala sekolah serta menjadi teman penggerak untuk pendidik dalam mewujudkan pelajar Pancasila yang memiliki fitur belajar mengajar dan berkarya, selain itu PMM juga dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi inspirasi dan pemahaman dalam menerapkan kurikulum merdeka.  

Dan saat ini terdapat beberapa menu yang dikelompokkan berdasarkan manfaatnya yang unik pengembangan diri mengajar inspirasi serta tentang kurikulum merdeka

BELAJAR KURIKULUM

merdeka pada bagian ini kita bisa menemukan menunya yaitu tentang kurikulum merdeka dan pelatihan implementasi kurikulum merdeka

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Pada bagian ini kita bisa menemukan tentang 

1. asesmen murid 

2 perangkat ajar 

3 capaian pembelajaran 

4 kelas


PENGEMBANGAN DIRI

Di mana pada bagian ini kita bisa menemukan pertama yaitu 

1 pelatihan mandiri 

2 komunitas 

3 seleksi kepala sekolah 

4 LMS


MENCARI DAN BERBAGI INSPIRASI

Di mana pada bagian ini kita bisa menemukan hal-hal yang harus kita lakukan adalah 

1 video inspirasi 

2 bukti karya 

3 ide praktik


Selasa, 27 Maret 2018

Nama - nama Kepala Sekolah Tingkat SMP Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis tahun. 2018

1.   Kepsek SMPN 1 Mandau Yanto,S.Pd,
2.   Kepsek SMPN 2 Mandau Dra. Derita,
3.   Kepsek SMPN 3 Mandau Syahrul Amiran,MM.Pd,
4.   Kepsek SMPN 4 Mandau H. Gusti,SS,
5.   Kepsek SMPN 5 Mandau Syahbuddin,MA,
6    Kepsek SMPN 6 Mandau Muslim,S.Pd,
7.   Kepsek SMPN 7 Mandau Marsini,S.Pd,
8.   Kepsek SMPN 8 Mandau Drs. Rosmawati,
9.   Kepsek SMPN 9 Mandau Yuliusman,S.Pd,
10. Kepsek SMPN 10 Mandau Cesfianti,M.Pd,
11. Kepsek SMPN 11 Mandau H. Misar,S.Pd,
12. Kepsek SMPN 12 Mandau Drs. Hendri,
13. Kepsek SMPN 13 Mandau Tati wijaya,S.Pd,
14. Kepsek SMPN 14 Mandau Moh. Afrizal Bra Suprianto,S.Pd,
15. Kepsek SMPN 15 Mandau Maizar,S.Pd,
16. Kepsek SMPN 16 Mandau Jaswadi,S.Pd,
17. Kepsek SMPN 17 Mandau Nursiherni,S.Pd,
18. Kepsek SMPN 19 Mandau Yenni Satriani,M.Pd,
19. Kepsek SMPN 20 Mandau Lindasari,S.Sos.I.***

Rabu, 26 Juni 2013

ikan bilis cabe hijau

Bahan: 300 gr baby fish kering siap pakai 50 gr bawang goreng 2 sdm bawang putih goreng 10 bh cabai hijau, hilangkan bijinya, iris serong, goreng kering 3 sdm gula pasir = sdt garam 1 sdm air asam 50 ml air Cara membuat: 1. Masak air, gula, garam, sampai kental. Masukkan air asam, aduk rata. 2. Tambahkan baby fish kering dan sisa bahan, kecilkan api, aduk terus sampai kering. 3. Simpan dalam toples. Untuk 300 gr.(net/des)

Kamis, 21 Februari 2013

Powered by Calendar Labs

MISTERI DIBALIK LAGU ISABELLA


Ini bukan karena produk malaysia, tapi ini sebuah Fakta. Lagu Isabella yg poluper di tahun 90an dan sekarang masih juga populer ternyata penuh kontroversi. Lagu ini sebenarnya tidak lebih dari prasasti kepiluan Umat Islam Andalusia (Spanyol), setiap alunan lagu ini adalah seperti membuka kembali kepedihan yang pernah dialami umat Islam di wilayah Granada (Spanyol bagian Selatan) di akhir abad 15 tersebut, mendengar lagu ini adalah seperti memaksa kita untuk mengingat-ingat terus akan penderitaan Umat Islam Andalusia pada waktu itu, lirik lagu ini seakan ingin mengabadikan ‘kemenangan besar’ kaum Katholik atas kaum Muslimin disana, judul lagu ini bahkan seperti sedang menyanjung sang aktor intelektual dibalik peristiwa bengis yang dialami umat Islam waktu itu, yaitu Ratu Isabella.

Sejarah mencatat, pemusnahan etnis dan agama pertama dan terbesar di Eropa terjadi ketika Isabella I (Ratu Castile) dan suaminya, Ferdinand V (Raja Aragon) berhasil menggulingkan pemerintahan Sultan Muhammad XII (Kesultanan Islam terakhir di Granada) pada 2 Januari 1492 M., sejak saat itu, runtuhlah kejayaan Islam di Andalusia setelah bertahan selama lebih dari 8 abad, dan dimulailah abad kegelapan bagi Umat Islam Andalusia.

Quote:
Dibawah kendali Isabella dan suaminya (Ferdinand) umat Islam Granada diberikan 3 pilihan yang sulit, pertama- masuk agama mereka (Katholik), kedua- Keluar dari Tanah Air (Andalusia), Ketiga- kalau tidak mau keduanya (masuk katholik dan keluar Andalusia) akan dibunuh dengan cara dibakar, beberapa diantara kaum Muslimin, demi kelangsungan hidupnya lebih memilih opsi pertama (masuk Katholik), akan tetapi paling banyak adalah yang mempertahankan keislamannya, meskipun harus terusir dari tanah airnya, meskipun harus mati terpanggang, akibatnya bisa ditebak, ribuan Muslim meninggal baik karena dibakar maupun karena kelaparan didalam perjalanan keluar dari tanah airnya, dan ratusan ribu yang lainnya terusir dan kemudian tinggal disekitar pantai Utara Maroko dan Tunisia (Afrika Utara) dan sebagian wilayah Turki.
Tidak itu saja, semua masjid di Granada kemudia dialih fungsikan menjadi gereja katholik, termasuk Masjid Kordoba yang megah itu, yang sejak saat itu berubah menjadi Gereja Santa Maria de la Sed, perpustakaan-perpustakaan Islam dikeluarkan isinya, kemudian ratusan ribu buku-bukunya dibakar habis, maka peradaban Islampun hilang dari bumi Andalusia (Spanyol) hingga saat ini, yang tersisa hanya cerita-cerita tentang kejayaan Islam zaman dahulu melalui peninggalan-peninggalan yang masih ada seperti istana Al-Hambra dan masjid Kordoba yang tersohor seantero dunia tersebut.

Perhatikan dengan seksama reffrent lagu Isabella tersebut :

Quote:
Reff:
Dia isabella, lambang cinta dan prahara
Terpisah karena adat yang berbeda
Cinta gugur bersama daun-daun kekeringan
Lambang Kekuatan Cinta Isabella dan Ferdinand yang mempersatukan dua kerajaan Katholik besar (Castile dan Aragon), yang akhirnya bisa menggulingkan pemerintahan Islam Granada yang sudah bertahan 8 abad lebih, namun darinya kemudian menimbulkan prahara kemanusiaan yang hebat bagi kaum Muslimin Granada.

Kaum Muslimin Granada harus berpisah dengan Tanah airnya hanya karena agama yang berbeda dengan penguasa baru Granada (Isabella dan Ferdinand).

Cinta mereka (Isabella dan Ferdinand) jatuh bersama kaum Muslimin yang mati kelaparan karena terusir dari Tanah Airnya maupun karena mati terbakar laksana daun-daun kekeringan.

Jadi masihkah kita ingin mendengar lagu tersebut, akankah kita biarkan anak-anak kita menyanyikan lagu kemenangan Isabella atas penderitaan kaum muslimin Granada tersebut, jawaban selanjutnya ada pada anda sendiri??

NIP Honorer K1 Selesai

BENGKALIS (CNM)- Ditargetkan pada bulan Februari ini, Badan Kepegawaian Negera (BKN) Kantor Regional (Kanreg) Pekanbaru, akan menuntaskan Nomor Induk Pegawai (NIP), seluruh honorer K 1 yang lulus seleksi. Jika NIP sudah tuntas, SK pengangkatan CPNS pun akan segera ditandatangai oleh Bupati Bengkalis.

Sekretaris BKD Bengkalis, H Noor Alamsyah dihubungi, Selasa (19/2) menyebutkan, BKD Bengkalis sudah mengirimkan berkas permintaan NIP sebanyak 331 tenaga honorer K1 ke BKN Kanreg Pekanbaru. Dan BKN Pekanbaru berjanji pada Februari ini NIP tersebut sudah tuntas.
“Kita sudah mengirimkan sebanyak 331 berkas honorer K1 untuk mendapatkan NIP ke BKN Kamreg Pekanbaru. Berkas permintaan NIP ini memang berkurang dari junlah honorer K1 yang lulus pemberkasan yakni sebanyak 336 orang. Lima orang lagi tak memberkkan pemberkasan ke BKD karena 2 orang diantaranya meninggal dunia, satu orang lulus test CPNS formasi umum 2010. Sementara dua orang lagi berhenti,”ujar Alamsyah.
Menurut Alamsyah, belum keluarnya NIP dari BKN Kanreg Pekanbaru, karena banyaknya berkas honorer K 1 yang diproses BKN Kanreg Pekanbaru yang membawahi tiga propinsi yakni Riau, Kepulauan Riau dan Sumbar.
“Berkas yang masuk dan menunggu NIP itu banyak, karena BKN Pekanbaru membawahi tiga propinsi. Dan yang terlebih dulu diproses tentunya yang duluan memasukkan berkas. Dan kita Bengkalis termasuk terlambat memasukkan berkas, makanya NIP tersebut belum keluar. Tapi BKN sudah janji pada Februari ini juga NIP untuk honorer K1 sudah tuntas. Kita harapkan honorer K1 bersabar,” ulasnya.
Menyinggung tentang formasi penerimaan CPNS umum 2013, menurutnya BKD belum mengirimkan usulan ke BKN dan masih menghitung jumlah konkrit kebutuhan pegawai. Karena ini ada aturan terbaru dari BKN terkait aturan usulan formasi.(auf)

Guru Korban Culik di Mandau Mengalami Depresi Berat

DURI - Aksi Penculikan yang menimpa salah seorang Guru Taman Kanak kanak (TK) Aisyiyah Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Tis Mainir (35) hingga kini masih menjalani perawatan intensive disalah satu Rumah Sakit Di Kota Duri dikarenakan menderita depresi berat akan musibah yang menimpanya.

Hal tersebut dijelaskan kakak korban, Wati saat ditemui sejumlah wartawan dikediamannya, Kamis (21/2/13)." Sampai saat ini adik kami masih shock akan musibah yang menimpanya. Setelah visum tempo hari sudah dibawa pulang, akan tetapi malam tadi korban masih mengeluh sakit disekujur tubuhnya, oleh karena itu kami bawa kembali kerumah sakit untuk dirawat,"jelas Wati.

Ditambahkan Wati, banyaknya kerabat korban yang mengunjungi memberikan semangat sedikit membuat korban tidak dapat beristirahat dengan tenang." Jika dipegang seluruh bagian tubuhnya, korban kerap mengeluh sakit. Apalagi dibahagian luka lebam dan memarnya,"cetus Wati lagi.

Ditempat terpisah, Kapolsek Mandau Kompol Dani Ardiantara melalui Kanit Reskrim AKP Maetertika melalui sambungan telepon genggamnya menjelaskan bahwasannya guna mengungkap motif penculikan akan guru TK tersebut pihaknya belum dapat menyimpulkan dikarenakan kondisi korban yang masih lemah dan mengalami depresi berat.

"Belum ada perkembangan kasusnya, korban masih depresi,"jelas Kanit singkat.